12 May 2011

Menantang Ketidak Mungkinan

Powerful Bible Teaching, Renungan No Comments

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

MENANTANG KETIDAK MUNGKINAN

 

Kata “tidak mungkin” acap kali muncul dalam percakapan sehari-hari ketika membicarakan hal-hal yang ada kaitannya dengan sesuatu yang kelihatannya mustahil bisa terjadi. Perhatikan beberapa contoh :
  • Melihat laporan medis yang diberikan dokter, rasanya tidak mungkin si A bisa sembuh
  • Mengingat hutang yang begitu besar, rasanya tidak mungkin si B bisa melunasinya
  • Melihat postur tubuhnya yang kecil, rasanya tidak mungkin petinju C bisa mengalahkan lawannya
    • Mengingat keadaan ekonomi dunia yang seperti ini, rasanya tidak mungkin perusahaan X bisa bertahan hidup.
Apabila kita membaca Alkitab, Firman Tuhan memberitakan kisah-kisah yang bernuansa “ketidak-mungkinan”, yaitu : Situasi yang begitu mencekam sehingga dapat dikatakan secara akal manusia tidak ada jalan keluarnya. Namun kisah-kisah itu berakhir dengan nuansa ceria penuh kemenangan dan suka cita. Mengapa bisa demikian? Jawabannya hanyalah satu – Ada orang-orang yang berani menantang ketidak-mungkinan!

Hari ini biarlah kebenaran Firman Tuhan menjadi “rhema” buat kita semua untuk menantang semua aspek ketidak-mungkinan dalam hidup kita sehingga pada akhirnya nama Tuhan dipermuliakan.

 

DAUD MENANTANG KETIDAK MUNGKINAN


Satu kisah Alkitab yang sangat terkenal ialah Daud vs. Goliath. Orang Filistin berperang melawan Israel, dan selama 40 hari raksasa Goliat menantang tanpa ada yang berani melawannya. Mengapa? Semua orang Israel berkata – Tidak mungkin menang melawan Goliat!


Dalam keadaan seperti ini muncullah Daud yang pada waktu itu masih berusia sangat muda (kl. 17 tahun). Daud ternyata berani  “Menantang ketidak-mungkinan”. Itulah sebabnya ia datang kepada raja Saul memohon izin untuk duel dengan Goliath. Melihat Daud yang demikian muda dan kecil tubuhnya, Saul amat meremehkan Daud. Perhatikan dialog mereka dalam I Samuel fasal 17 :

  • Daud – Hambamu akan pergi vs. Goliath (ay. 32)
  • Saul – Tidak mungkin, you muda banget tidak berpengalaman (ay. 33)
  • Daud – Ingat dahulu singa & beruang dapat dibunuhnya dengan pertolongan Tuhan (ay. 34 – 35)
  • Daud – Mengeluarkan kata-kata iman yang sangat positif (ay. 37)
    • Saul – Terpaksa memberi izin (ay. 37)

Apa yang terjadi selanjutnya adalah sejarah yang ditulis dengan tinta emas – Tantangan Daud terhadap ketidak-mungkinan membuahkan hasil amat positif! Perhatikan perlengkapan apa yang dipakai oleh Daud untuk menantang ketidak-mungkinan:

  1. ADA USAHA & PERSIAPAN YANG MATANG


Ketika Daud pergi meninggalkan Saul, ia tidak langsung lari ke arah Goliath. Langkah pertama yang ia lakukan ialah – Ambil tongkat gembala yang sudah ia miliki dan pergi ke sungai untuk mengambil 5 batu licin sebagai peluru untuk pelontar yang biasa Daud pakai (I Samuel 17 : 40 – 41).


Tindakan ini menunjuk kepada sikap Daud yang sangat hati-hati dalam melakukan persiapannya :

  • Daud adalah seorang yang sangat mahir dalam lontar-melontar batu. Di mana ia berlatih? Di padang rumput ketika ia menjaga kawanan ternaknya! Bertahun-tahun ia berlatih sampai ia sangat mahir. Sasarannya ialah binatang-binatang buas yang mengganggu ternaknya, namun sekarang Daud tahu kemahirannya itu akan membawa dirinya menang atas Goliath. Apa jadinya kalau Daud tidak tekun berlatih? Ia pasti akan gagal membunuh Goliath.
  • Mengapa yang diambil adalah batu licin, bukan batu kasar? Batu licin adalah batu yang dikikis oleh aliran air selama bertahun-tahun. Batu licin berfungsi sebagai peluru yang sangat kencang lajunya. Kalau batunya kasar, udara akan menghambat lajunya sehingga daya serangnya jadi kurang. Daud memakai otaknya untuk memahami hal ini.
  • Mengapa batunya sampai lima? Alkitab menyatakan bahwa Goliath punya empat kerabat yang bertubuh super seperti dirinya – lihat II Samuel 21 : 16 – 22. Persiapan Daud begitu detailnya sampai-sampai ia menyiapkan empat batu cadangan.

Kesimpulan – Menantang ketidak-mungkinan tidak berarti hanya berdoa dan beriman saja. Perhatikan ungkapan ini – We must do our best, then God will give the best.

B.PENGENALAN AKAN YEHOVAH TSEBAOTH


Dalam I Samel 17 : 45 dengan jelas Daud berkata kepada Goliath – Aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam (Yehovah Tsebaoth), Allah segala barisan Israel. Yehovah Tsebaoth adalah nama bagi Allah Israel yang dipakai ketika berperang. Arti aslinya ialah = The strong deliverer (Pelepas yang penuh kuasa). Jalan pikirannya adalah sebagai berikut:

  • Yehovah Tsebaoth adalah pencipta langit, bumi dan segala isinya (alam semesta) yang teramat sangat besar dan dahsyat luar biasa
  • Dengan Yehovah Tsebaoth di pihak Daud (dan kita) maka semua musuh / persoalan yang menghadang hanyalah kecil tak ada artinya di hadapan-Nya. Yehovah Tsebaoth akan bangkit dan menyatakan pertolongan-Nya (Yesaya 28 : 22). Yes, Jehovat Tsebaoth is my STRONG DELIVERER! Goliath yang ukuran tubuhnya super gede sama sekali tidak berarti apa-apa.

Pada waktu kita menantang ketidak-mungkinan, milikilah :

a.  Visi tentang Yehovah Tsebaoth, Allah Maha Besar dan  Perkasa

b.  Iman terhadap Yehovah Tsebaoth seperti diungkapkan Paulus – Roma 8 : 31

 

C. KATA KATA IMAN


Ketika berdiri berhadap-hadapan dengan Goliath, Daud mengucapkan kata-kata iman. Dalam I Samuel 17 : 45 – 47 Daud berkata : Aku kalahkan engkau, kepalamu sebentar lagi copot dan mayatmu hari ini akan dimakan burung. Waktu kata-kata ini diucapkan, Goliath masih segar-bugar gagah perkasa. Namun tak berapa lama kemudian apa yang Daud katakan semuanya terjadi! Apa yang tadinya nampak tidak mungkin akhirnya menjadi kenyataan!


Amsal 18 : 21 menyatakan – Hidup dan mati dikuasai lidah! Artinya – kata-kata yang diucapkan tidak hanya berlalu begitu saja seperti uap. Kata-kata itu mempunyai kuasa untuk “mencipta”. Tiap hari menurut survey, seorang biasa mengucapkan 30.000 kata. Dari sekian banyak kata itu, berapa persenkah yang masuk kategori kata-kata iman? Apabila kita hendak menantang ketidak-mungkinan, perbendaharaan kata-kata kita harus dipenuhi dengan apa yang disebut “Kata-kata iman”.

———————————————————-

Tags:,
No Responses to “Menantang Ketidak Mungkinan”

Leave a Reply

CommentLuv badge