The Power of Love
——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
THE POWER OF LOVE
oleh : Pdt. Ishak Sugianto, S.Th
Love (bahasa Inggris) atau cinta / kasih dalam bahasa Indonesia adalah satu unsur yang sangat penting dalam hidup manusia. Tanpa cinta tidak ada apa yang disebut keluarga; tanpa keluarga tidak akan ada apa yang disebut bangsa dan negara; tanpa bangsa dan negara tidak akan ada dunia seperti yang kita kenal sekarang ini. Dalam hidup kerohanian love , merupakan satu dari tiga pilar utama kekristenan : Iman, harap dan kasih (I Korintus 13 : 13). Kitab Kidung Agung menyatakan satu fakta yang menarik tentang love. Di dalam dunia, the power of love hanya bisa disejajarkan dengan kekuatan maut (Kidung Agung 8 : 6)! Dengan demikian kita tahu bahwa ada satu kekuatan yang besar sekali di dalam love!
LOVE MEMBUAT BERAT JADI RINGAN
Kisah keluarga Abraham , bapa orang beriman tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, bukan? Melalui Ishak, anak perjanjian, Abraham mempunyai cucu kembar : Esau dan Yakub. Yakub kemudian menipu hak kesulungan yang seharusnya menjadi milik Esau. Akibatnya Yakub harus lari dari rumahnya merantau ke tempat yang jauh dimana ia akhirnya bertemu dengan Laban.
Laban mempunyai dua anak gadis, Lea yang wajahnya dibawah rata-rata dan Rahel yang rupawan parasnya. Yakub jatuh cinta kepada Rahel dan ia menyatakan bersedia kerja 7 tahun untuk maksud ini (Kejadian 29 : 18). Kejadian 29 : 20 menyatakan – Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. Kesimpulan : Cinta membuat hal yang berat jadi ringan! Dalam cinta, tidak ada hal yang berat, semua dipandang enteng saja. Inilah yang disebut – The power of love! Applkasikanlah hal ini dalam : keluarga, pekerjaan, pelayanan dan segala aspek kehidupan kita!
LOVE MENUTUPI BANYAK SEKALI DOSA
Hal ini dinyatakan dalam I Petrus 4 : 8 sbb – Tetapi yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.(lihat juga Amsal 10 : 12). Disini kita lihat The power of love dalam bentuk menutupi banya dosa. Jangan salah mengerti, menutupi (kaluptei) bukan berarti : Menyembunyikan, menganggap seperti tidak ada / tidak pernah terjadi, melupakan akibat dosa yang menyakitkan. Kalau begitu apakah arti sebenarnya dari ayat in? Ketika seorang saudara berbuat dosa, ada beberapa kemungkinan yang dilakukan terhadap saudara teresebut:
- Senang karena melihat temannya jatuh (nyukurke)
- Menghakimi orang itu
- Menjadikan hal ini sebagai bahan gossip
- Menutupi dosanya sesuai dengan I Petrus 4 : 18
Bagaimana prosesnya? Sebagai anak anak terang, kita harus hidup saling mengasihi satu sama lain (I Petrus 4 : 8a) Kasih itu mendapat perwujudannya ketika seorang saudara seiman berbuat dosa, maka saudara seiman lainnya harus menutupi dosanya itu (I Petrus 4 : 8b). Caranya ? Dengan menerima saudara itu apa adanya (Roma 14 : 1 , 15 : 7) . Menerima apa adanya tidak sama dengan menyetujui perbuatan orang tersebut. Setelah itu, membukakan jalan baginya untuk hidup benar dalam naungan Tuhan. Hal inilah yang kita lihat dengan jelas dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15).
LOVE MEMBUAT ORANG RELA BERKORBAN
Ketika Musa naik ke gunng Sinai untuk menerima Dasa Titah, umat Israel berbuat dosa besar dengan menyembah patung anak lembu emas. Hal ini membuat Israel ditimpa murka Allah dan hukuman yang sangat berat akan datang ke atas mereka. Dalam keadaan ini Musa muncul sebagai juru-syafaat yang luar biasa sebab ia menyatakan kesediaannya untuk berkorban bagi umat Israel . Perhatikanlah doa Musa sbb- Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu dan jika tidak hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau-tulis (Keluaran 32 : 32).
Dengan kata lain Musa rela namanya dihapus dari Kitab Kehidupan asalkan TUHAN mau memberi kesempatan kedua bagi umat Israel . Motif apakah yang menggerakkan Musa sehingga ia rela berkorban sedemikian rupa? Jawabannya ialah – Kasihnya yang sangat besar kepada umat Israel ! Dengan dasar kasih , orang rela berkorban :
- Untuk keluarga – The story of Lauren Swartz
- Untuk bangsa dan negara – The story of 300 Spartans
- Untuk orang seorang sahabat – Tale of two cities Charles Dickens)
- Untuk kemuliaan nama Tuhan – The story of of WilliamBorden of Yale
LOVE MEMBUAT ORANG RELA MEMBERI
Tentunya kita pernah mendengar ungkapan sbb :Anda bisa memberi tanpa kasih (hanya sekedar kasihan saja), tetapi Anda tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Kasih itu tidak bisa dimasukkan ke dalam kotak , botol atau kaleng. Kasih hanya nampak buktinya ketika seseorang tangannya terbuka untuk memberi (kita tidak bisa memberi kalau tangan berada dalam posisi menggengam). Ketika Bapa menyatakan bahwa Ia mengasihi dunia, buktinya amat nyata : Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menjadi Juruselamat dunia.
Injil Yohanes 12 : 1 – 8 mencatat kisah yang sangat indah mengai tangan yang terbuka. Maria saudara Lazarus dari Betania, mempersembahkan minyak narwastu murni seharga 300 dinar (upah orang kerja selama 10 bulan) untuk mengurapi kaki Yesus. Reaksi Yudas – Itu sebuah pemborosan , namun Yesus yang mengetahui motif kasih yang ada di dalam hati , sama sekali tidak melarang Maria untuk melakukan hal itu. . Karena kasihnya kepada Yesus, Maria dengan tulus dan penuh penyembahan mempersembahkan yang terbaik buat Yesus!
Kalau ditanya apakah Anda mengasihi Yesus, jawabannya pasti : Ya, tentu saja aku mengasihi Yesus. Namun ketika di follow-up lebih lanjut lagi, apakah kasih Anda kepada Yesus ada buktinya? Disini masalah muncul, sebab kebanyakan kasih itu hanya di mulut saja, belum sampai pada tangan yang terbuka. Kalau kita sungguh mengasih Yesus, pastilah ada buktinya dalam hal memberi :
- Waktu yang terbaik untuk Dia
- Tenaga yang terbaik unyuk melayani Dia dengan talenta yang ada
- Hati dan pikiran yang terbaik untuk menyimpan firman-firmanNya
- Berkat yang terbaik untuk kemajuan pekerjaan Tuhan
Tags:Powerful Bible Teaching

